Category Archives: Aneh Tapi Nyata

Majikan Meninggal, Kucing Dapat Warisan Rp 141 Miliar

Republika – Min, 11 Des 2011

REPUBLIKA.CO.ID, ROMA – Tommaso, kucing hitam berumur empat tahun, mungkin menjadi kucing terkaya di dunia. Kucing hitam asal Roma, Italia, ini mendapat warisan senilai 10 juta poundsterling atau sekitar Rp 141 miliar setelah majikannya meninggal.

Berdasar laman The Guardian, majikan Tommaso yang tidak disebutkan namanya itu meninggal dunia bulan lalu pada usia 94 tahun. Dalam wasiatnya, janda tidak beranak ini memerintahkan pengacaranya untuk memberikan seluruh propertinya kepada Tomasso. Properti sang majikan tersebar luas dari Milan di utara hingga Calabria di selatan.

Dalam wasiat bertanggal 26 November 2009 tersebut, janda dari pengusaha konstruksi ini juga memberikan mandat bagi pengacaranya untuk menunjuk yayasan pecinta binatang yang dapat menjaga Tommaso. Salah satu pengacara, Anna Orecchioni, kepada harian Il Messaggero mengatakan bahwa terdapat beberapa yayasan yang telah masuk kualifikasi.

Menurut hukum Italia, seekor binatang tidak dapat mewarisi harta majikannya. Untuk itu, janda ini mempercayakan pembantunya, Stefania, untuk mengurus kekayaannya. Ketika janda ini sakit-sakitan, Stefania membantunya untuk mengerjakan beberapa pekerjaan rumah.

“Saya tidak tahu kalau signora sangat kaya, saya kadang-kadang pergi ke rumah signora sehingga kucing saya bisa bermain dengan Tommaso,” kata Stefania.

Tommaso bukanlah kucing pertama yang mendapatkan harta warisan ratusan miliaran rupiah
. Sebelumnya, pada tahun 1988, seekor kucing bernama Blackie di Inggris juga mewarisi harta majikannya senilai 9 juta poundsterling atau sekitar Rp 127 miliar.

Iklan

Gila! Hanya Untuk Cek Absesi Anggota DPR Butuh Dana Hingga Rp. 4 Milyar

by namakugusti


JAKARTA, RIMANEWS – Sekjen DPR, Nining Indra Saleh, Mengatakn bahwa untuk meningkatkat kinerja DPR dengan cara membeli alat pengecek kehadiran dibutuhkan dana sekitar 4 Miliar Rupiah.

“Sampai saat ini kita belum tahu persisnya karena itu urusan administrasi dan kita berusaha mencari yang terbaik. Kalau Rp 4 miliar itu kan kita harus lihat prosedurnya ya, bagaimana fasilitasnya, fasilitas pendukungnya ataupun variabel-variabelnya. Kan ada alat yang sekalian kamera dan lainnya. Tapi intinya kita akan tenderkan agar transparan,” ujar Nining kepada wartawan.

Ketua DPR RI Marzuki Alie berpendapat pengadaan tersebut tak rasional. Dalam hitung-hitungannya, harga alat absensi sebanyak 16 unit itu tak lebih dari Rp 200 juta dan kualitas terbaik paling mahal Rp 400-an juta, termasuk pemasangan dan lain-lain. “Menurut saya tidak sampai Rp200 juta,” kata Marzuki.

Ia membandingkan dengan alat finger print yang ada di sekolah miliknya seharga Rp1 juta per unit. Untuk kualitas lebih baik Rp 5 juta per unit. Karena itu Marzuki meminta kenalannya untuk datang ke DPR agar sekretariat tidak membeli alat yang terlampau mahal. “Misalnya mau ambil yang bagus dan butuh 16 unit, paling cuma Rp 80 juta. Sementara biaya pemasangan dan segala macamnya maksimal Rp 400-an juta ,” tukasnya.

Lebih lanjut Ketua DPR berjanji mengawasi pengadaan alat absensi tersebut agar tidak terjadi penyelewengan anggaran. Jika sukses, nantinya setiap ruang rapat komisi akan menggunakan absensi sidik jari. Marzuki juga meminta agar pelaksanaan tender benar-benar transparan. Jika terjadi permainan, sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab sekjen

Perkawinan Ibas SBY dan Alireza Ahmadinejad (Iran): Kemewahan versus Kesahajaan

by from namakugusti


TEHERAN- Makanan lezat, dekorasi cantik, dan fasilitas hiburan super mewah, sepertinya telah menjadi standar dari sebuah pernikahan agung.
Tetapi hal tersebut tidak akan Anda temui di pernikahan putra kedua Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad, Alireza Ahmadinejad, dengan keponakan syahid Kaveh.
Resepsi pernikahan Alireza yang diselenggarakan beberapa bulan lalu sangat jauh dari kemewahan.

Ini terkuak setelah seorang blogger bernama Javad Matin, yang juga merupakan salah satu undangan keluarga Ahmadinejad, menuliskan pengalamannya menghadiri pernikahan sederhana itu. Menurut pengakuan Matin, kesederhanaan terasa dimana-mana dalam pesta tersebut. Terbukti dari cara tamu dijamu. Hal ini jugabisa dilihat dari mobil yang digunakan untuk mengantar pengantin dan jumlah tamu undangan yang tidak lebih dari 200 orang.

Acara dibuka dengan pengajian yang dilakukan di halaman belakang Beyt atau Istana Kepresidenan. Acara pun dilanjutkan dengan makan malam bersama penganti pria di ruangan utama bangunan itu dan diakhiri dengan berdoa bersama demi kelanggengan rumah tangga Alireza dan istrinya.

Setelah ditelusuri, pernikahan tersebut ternyata hanya menelan biaya 3,5 juta Toman atau setara dengan Rp 27,9 juta. Meski terbilang sederhana, pernikahan ini berlangsung dengan khidmat dan syahdu.

Meski menjabat sebagai orang nomor wahid di negerinya dan memiliki banyak uang, Ahmadinejad tetap memegang prinsipnya untuk hidup dalam kesederhanaan. Tak terlihat ratusan personel tentara/kepolisian bersiaga, tak ada tutup arus lalulintas di depan lokasi acara, dan tak ada pula siswa sekolah yang diliburkan demi sebuah acara pernikahan.

Ibas-Aliya Mewah,Feodal

Istana Cipanas menjadi saksi bisu bertautnya dua hati dalam ikatan feodal bernama pernikahan mewah. Ya, Ibas dan Aliya akan melangsungkan
akad nikad di Istana Cipanas hari ini. Tahukah Anda, tidak ada presiden yang menggelar pernikahan anaknya di Istana Cipanas, selain Presiden
SBY, yang meniru cara Soeharto.

Dalam catatan, hanya dua presiden di negeri ini yang menggelar pernikahan anak-anaknya saat menjabat sebagai Presiden yaitu Presiden Soeharto dan Presiden SBY. Soeharto menikahkan anaknya, Siti Hardiyanti Hastuti alias Tutut dan Indra Rukmana berbarengan dengan Sigit Harjojudanto dan Elsje Anneke Ratnawati pada 1972. Kedua pasangan itu menikah di Istana Bogor.

Perhelatan yang sama digelar kembali di Istana Bogor saat Presiden SBY menikahkan putra sulungnya, Letnan Satu Infanteri Agus Harimurti Yudhoyono dengan Annisa Larasati Pohan. Pernikahan itu digelar pada Juli 2005 silam. Selain kedua presiden itu, tidak ada presiden lain yang mantu saat menjabat.

Menurut Jubir Kepresidenen Julian Aldrin Pasha, Istana Cipanas dipilih sebagai tempat akad nikah Ibas yang bernama lengkap Edhie Baskoro Yudhoyono dengan Aliya karena dianggap pas. Kedua keluarga calon mempelai telah menyepakati pemilihan lokasi akad nikah.

Julian menjelaskan, sebagai presiden SBY memiliki hak istimewa menggunakan Istana Cipanas. “Presiden SBY sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan memiliki privilege untuk menggunakan Istana sebagai kediaman resmi ataupun kegiatan lain,” ujarnya, Senin (21/11).

Bagi Ibas dan Aliya, Istana Cipanas juga menjadi tempat yang istimewa. Bagaimana tidak, di istana yang berada di Cianjur tersebut pada empat tahun lalu, Ibas-Aliya untuk pertama kalinya berkenalan dan melanjutkan hubungannya sebagai sepasang kekasih jarak jauh.

“Mereka pertama kenal kira-kira 4 tahun lalu di Istana Cipanas ketika ada acara sosial. Makanya Istana Cipanas ‘sesuatu banget’ untuk mereka,” ungkap Ketua DPP PAN, Bima Arya Sugiarto

Ada pemandangan yang menarik di sepanjang jalan menuju Istana Cipanas tempat akad nikah Edhie Baskoro Yudhoyono, putra bungsu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dan Siti Ruby Aliya Rajasa, putri Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa. Iring-iringan mobil mewah terlihat memasuki Istana Cipanas.

Janur kuning yang melengkung tanda adanya hajatan besar itu dilalui mobil-mobil bermerek. Mulai dari mobil Camry dengan plat nomor akhiran RFS yang merupakan mobil menteri. Sudah tentu, mobil Alphard berharga sekitar Rp 1 miliar juga terlihat mendominasi Istana Cipanas. Ada pula sedan Audi, Vellefire, Lexus, Land Cruiser, Toyota Fortuner, dan bahkan ada yang menggunakan Porsche.

Sayang, kaca hitam gelap mobil menyembunyikan pejabat yang berada di dalam mobil tersebut. Hanya beberapa mobil yang berpelat khusus bisa dikenali, misalnya milik Kepala Kepolisian atau Gubernur DKI. Gubernur Jawa Timur Soekarwo juga membawa mobil dinas sendiri dengan plat merah L 1.

Di antara deretan mobil mewah itu, baru satu mobil biasa merek Mitsubishi Kuda yang bisa masuk melalui pintu utama. Mobil itu bisa “lolos sensor” karena berpelat awal CD, yang artinya milik kedutaan besar negara sahabat.

Tampak petugas kepolisian dan keamanan setempat sibuk mengatur agar masuknya mobil tak menghambat lalu lintas kendaraan di depan Istana.

Akad nikah Ibas-Aliya dilangsungkan pada pukul 10.00 WIB. Wakil Presiden Boediono didaulat menjadi saksi dari mempelai pria. Sementara mantan Ketua MPR Amien Rais didaulat menjadi saksi untuk mempelai wanita

Pernikahan Ibas- Aliya yang konon menghabiskan dana miliaran rupiah telah mengundang reaksi dari banyak pihak. Ada yang menganggap hal itu sebagai sesuatu yang wajar-wajar saja mengingat keduanya adalah putra-putri dari petinggi Negara. Namun, tidak sedikit pula yang mengecam nuansa glamour yang terkesan sangat hedonis dalam pernikahan tersebut.

Peneliti Freedom Foundation, Fachrurozi, menilai hal itu sebagi salah satu bentuk minimnya sensitivitas para elit di negeri ini atas derita rakyatnya. Menurutnya, kendatipun biaya pernikahan tersebut keluar dari kocek pribadi, namun tak sepantasnya seorang pemimpin bermewah-mewahan di tengah kehidupan rakyat yang masih dililit kesulitan ekonomi.

“Ini adalah salah satu bentuk korupsi moral yang seharusnya tidak dilakukan seorang pemimpin,” katanya.

Tak hanya berkaitan dengan pernikahan Ibas-Aliya, prilaku para elit juga seharusnya melihat realitas yang terjadi di sekelilingnya. Senitivitas ini, menurut Fachrurozi, merupakan suatu hal yang penting dimiliki para elit agar hati rakyat tidak terluka melihat gaya hidup mewah mereka.

“Jangan lukai hati rakyat dengan prilaku hedonis,” pungkasnya.

Tak Seperti SBY, Pernikahan Anak Presiden Ahmadinejad Hanya Menghabiskan Dana Rp28 Juta

from : namakugusti in Indonesia Unik dan Tragis


RIMANEWS – Siapa yang tidak mengenal Presiden Iran, Mahmud Ahmadinejad. Selain sebagai seorang pemimpin yang sangat berani, ia juga dikenal sebagai pemimpin yang sangat sederhana dan bersahaja.

Kesederhanaan dan kebersahajaannya itu tampak saat pertama kali menduduki kantor kepresidenan, ia menyumbangkan seluruh karpet istana Iran yang sangat tinggi nilainya kepada masjid di Teheran dan menggantikannya dengan karpet biasa yang mudah dibersihkan.

Kesederhanaan dan kebersahajaannya itu tampak  juga saat ia menikahkan putranya, Alireza Ahmadinejad tiga tahun yang lalu. Setelah ditelusuri, ternyata pernikahan tersebut hanya menelan biaya 3,5 juta Toman (setara dengan USD 3.500/ Rp 28 Juta). Meski terbilang sederhana, pernikahan ini berlangsung dengan khidmat dan syahdu.

Hal ini sangat berbeda sekali dengan upacara pernikahan anak presiden Indonesia Ibas-Aliyya yang diselenggarakan hari ini (24/11). LSM Bendera mencatat bahwa Biaya pernikahan Ibas-Aliya menghabiskan dana sebesar Rp 12 Miliar. Sementara itu, tabloid Cek dan Ricek melaporkan prosesi pernikahan ini menghabiskan dana sebesar Rp 40 Miliar.

Pernikahan Ibas-Aliya juga berdampak negatif terhadap masyarakat. Pernikahan ini telah merampas hak 300 siswa sekolah alam Cikeas dan SDN 1 Cipanas karena diliburkan, menghilangkan nafkah 1000 pedagang Pasar Cipanas dan 1000 angkutan umum Cipanas serta belasan ribu masyarakat yang akan berbelanja di Pasar Cipanas yang  menggunakan angkutan umum.

Hal berbeda akan kita temukan pada pernikahan putra Ahmadinejad sebagaimana dilukiskan oleh Seorang blogger, Javad Matin. Matin melukiskan prosesi pernikahan itu sebagai berikut:

“SAAT itu, pada Rabu malam ketika telepon saya berdering, Saya diundang ke upacara pernikahan sahabat baik saya, Alireza, yang akan berlangsung malam berikutnya.

Saya tahu setiap kali Idul Ghadir (Hari libur Islam di Iran) datang keluarga itu pergi ke beyt [Istana kepresidenan] dan dia akan dinikahkan dengan keponakan syahid Kaveh [tentara Iran, Garda Revolusi, dan anggota Basij yang tewas dalam perang Irak biasa disebut syahid].

Kamis malam pukul sembilan, saya pergi ke istana kepresidenan. Dari luar tempat itu, semua tampak biasa saja, sampai-sampai saya mengira bahwa saya telah datang ke tempat yang salah. Sepertinya pernikahan putra seorang presiden tidak diadakan di sana.

Saya memasuki taman dan sadar bahwa saya harus mematikan telepon. Sekelompok orang berbaris untuk salat. Kemudian saya memasuki aula. Sejumlah meja kosong karena tamu yang duduk sedang pergi untuk melaksanakan salat. Buah-buahan dan kue, sebotol air mineral, beberapa piring dan pisau telah ditata di meja untuk para tamu.

Saya menanyakan keberadaaan “doktor” [sebutan untuk Ahmadinejad dari para pendukungnya karena dia adalah doktor di bidang teknik sipil dan manajemen lalu lintas transportasi]. Saya diberi tahu bahwa dia sedang salat di halaman belakang.

Karena kurangnya ruangan, beberapa tamu pergi menuju halaman belakang. Saya salat bersama, seorang ajudan senior kepresidenan, Mojtaba Samareh Hashemi. Kemudian saya kembali ke aula.

Sang doktor sedang duduk di meja pertama di sebelah ayah pengantin wanita. Setelah bersalaman hangat dengannya dan beberapa pejabat lain, saya duduk di salah satu meja.

Kemudian sang  pengantin pria memasuki aula. Dia mengucapkan salam kepada setiap tamu dan duduk di samping doktor dan ayah mempelai wanita, Haj Agha Akbari.

Ketua panitia penyelenggara pernikahan, Mr. Kheirkhah, mengatakan betapa doktor begitu perhatian terhadap resepsi pernikahan ini sampai pada hal-hal yang detailnya. Dia mengatakan bahwa doktor hanya memesan satu jenis makanan dan membayar 3,5 juta toman [sekitar 3.500 dolar / Rp 28 juta] untuk biaya resepsi.

Dia menambahkan bahwa jumlah tamu pria sebanyak 180 orang. Saya hanya melihat sedikit pejabat negara. Saya pernah ke pernikahan pejabat publik sebelumnya dan di sana tidak hanya ada pengeluaran mewah tapi juga banyak menteri dan pejabat negara yang hadir.

Tapi apa yang saya lihat disini benar-benar penuh dengan kesederhanaan. Ini adalah resepsi rakyat, padahal ayah sang pengatin pria adalah orang nomor satu di negeri ini.

Dalam pesta tersebut, aura kesederhanaan sangat terasa di mana-mana. Hal tersebut terbukti dari cara tamu dijamu. Hal ini juga bisa dilihat dari mobil yang digunakan untuk mengantar pengantin dan perjamuan itu sendiri yang sederhana namun lezat dan harum.

Pembawa acara resepsi meledek Alireza tentang subsidi dan 1 juta toman yang akan diterima anaknya kelak, yang membuat doktor tersenyum.

Upacara telah berakhir, tetapi sang doktor dan ayahnya pengantin wanita berdiri di pintu gerbang untuk mengucapkan selamat tinggal kepada para tamu.

Menarik melihat bagaimana sang doktor melayani anak berumur 7-8 tahun yang berteriak “Paman! Paman!” kepadanya. Dia memeluk dan memperlakukannya dengan baik.

Semua orang telah pulang dan sang doktor menuju dapur untuk menyampaikan terima kasih kepada mereka yang bekerja untuk resepsi. Ketika semua orang telah pergi, pengantin pria dan wanita masuk ke mobil mereka tanpa ada formalitas tambahan dan pulang ke rumah dengan keluarga.

Saya menyampaikan selamat kepada sahabat saya, Alireza,sang doktor, keluarganya yang terhormat, dan juga keluarga syahid Mahmoud Kaveh. Semoga mereka memiliki kehidupan yang baik di bawah bayangan Imam Zaman.

Sudah menjadi hak setiap orang untuk melaksanakan pernikahan dengan kemewahan, terlebih lagi menggunakan uang pribadi. Namun, sebagaimana nasihat Ali bin Abi Thalib, seorang pemimpin memiliki kekhususannya tersendiri. Dengan tanggung jawab yang lebih besar, dia harus bisa menyesuaikan dan merasakan kehidupan rakyat terbawah yang dipimpinnya.”

Apakah anda setuju dengan nasihat Imam Ali bin Abi Thalib diatas wahai bapak SBY?

%d blogger menyukai ini: