Monthly Archives: April 2012

SBI Dibutuhkan

Mewadahi anak Cerdas Berprestasi

JAKARTA, KOMPAS-12 April 2012– Indonesia tetap perlu mengembangkan sekolah bermutu tinggi seperti sekolah bertaraf internasional atau SBI. Jika dalam pelaksanaannya rintisan sekolah bertaraf internasional menimbulkan banyak masalah, hal itu bisa diperbaiki.

 

Pandangan tersebut dikemukakan dua saksi ahli dari pemerintah, yakni Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta Slamet serta mantan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sekaligus dosen Institut Teknologi Bandung, Indra Djati Sidi, dalam sidang di Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta, Rabu (11/4). Sidang uji materi Pasal 50 Ayat 3 UU nomor 20 Tahun 2003 soal RSBI/SBI yang dipimpin Ketua MK Mahfud MD kali ini mendengarkan keterangan saksi ahli dari pemerintah.

 

Menurut Slamet, menunda pelaksanaan RSBI sampai menunggu semua sekolah sempurna atau memenuhi delapan standar nasional pendidikan menyebabkan kemajuan Indonesia bakal tertinggal jauh dari Negara-negara di tingkat regional dan internasional.

 

Oleh karena itu, sekolah-sekolah RSBI/SBI di jenjang SD hingga SMA sederajat dibutuhkan Indonesia semata-mata untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang berdaya saing di dunia global.

 

Menurut Slamet, secara filosofi dan konsep, SBI itu tidak salah. SBI untuk menyiapkan SDM berkualitas dan mencerdaskan bangsa sesuai potensi dan bakat anak. Negara-negara lain juga mengembangkan SBI, seperti Malaysia, Thailand, dan Jepang.

 

Adanya SBI, kata Slamet, bermanfaat untuk mewadahi anak-anak cerdas dan menyiapkan SDM Indonesia yang berkualitas. Selain itu, SBI juga bias diandalkan untuk menghemat devisa Negara karena masyarakat tak lagi perlu menyekolahkan anak-anaknya di Luar Negeri.

 

Masalah Kompleks.

 

Indra Djati mengatakan, Indonesia memiliki spectrum masalah pendidikan yang kompleks. Namun, Indonesia tidak bias menunggu kondisi pendidikan semuanya sempurna baru berbuat. “Sangat terlambat kalau pemerintah tak mengembangkan pendidikan bermutu tinggi,” kata Indra.

Ia mengatakan, SBI disambut baik masyarakat dan diminati. “Kalau dlam pelaksanaan ada kelemahan, ya diperbaiki,” kata Indra.

 

Saksi ahli lainnya, Ibrahim Musa, mengatakan, dari kajian profil biaya pendidikan dasar RSBI oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud menunjukkan bahwa sebenarnya biaya pendidikan di sekolah RSBI masih dalam kerangka standar nasiomal pendidikan. (ELN)

Iklan

6 Siswa Sandang Pelajar Teladan

6 Siswa Sandang Pelajar Teladan

 April 12th, 2012

TANGERANG, SN Enam orang siswa-siswi Kota Tangerang, Rabu (11/4) terpilih sebagai pelajar teladan. Mereka terdiri dari tiga orang pelajar putra dan tiga pelajar putri yang lolos dalam tahap seleksi selama dua hari.Proses seleksi berawal dari puluhan pelajar perwakilan sekolah se-Kota Tangerang, untuk selanjutnya dipilih sepuluh murid terbaik di hari kedua.Predikat siswi terbaik disandang Yanne Aulia dari SMAN 1, disusul Dita Yustianti dari SMA 8 sebagai juara dua, sementara Adini Saptadina dari SMA 5 berada di posisi ketiga.
“Aku benar-benar enggak nyangka bisa berada di posisi pertama pada ajang siswa teladan ini,” ujar Yanne, saat ditemui wartawan, kemarin.
Sementara untuk kategori pelajar putra, peringkat 1 siswa teladan diraih oleh Rizky Robbani Hanif dari SMA 8, berikutnya di posisi runner up diraih oleh Jayanto dari SMA Harapan Bangsa, sedangkan juara tiga direbut oleh Fatih Irsan dari SMAN 1. Menurut Rizky, menjadi siswa teladan adalah predikat yang bergengsi dan perlu pertanggungjawaban selama menyandangnya.
“Tentunya bangga, namun tentu saja harus dibarengi dengan perilaku kita yang terus memberi contoh pada teman-teman pelajar lain,” kata remaja yang harus bangun tengah malam untuk belajar. Senada, Jayanto mengatakan, dengan predikatnya yang kini disandang, ia pun menyadari bahwa perilakunya akan dicontoh. Selain itu, dengan predikat itu, tentunya mereka semua berharap bisa memotivasi teman-teman lain agar juga bisa berprestasi.
Meski menyandang siswa teladan, keenam pelajar terbaik di Kota Tangerang itu mengaku tidak akan mengubah sikapnya, atau menjadi kaku.  “Tetap jadi diri sendiri, low profile seperti sebelum predikat ini kami dapat,” kata Fatih yang juga Ketua OSIS SMAN 1 Kota Tangerang.
Usai mengikuti kompetisi ini, Adini  dan teman-temannya mempersiapkan diri untuk maju ikut seleksi siswa teladan tingkat provinsi. Menurutnya, masih banyak yang harus disiapkan, agar bisa membawa Kota Tangerang menjadi terbaik di Banten. “Perjuangan belum usai, mari kita persiapkan sematang mungkin,” katanya bersemangat. (pramita/made)

Folder Lock 6.3.0 crack serial & keygen – Cracks.cx

Folder Lock 6.3.0 crack serial & keygen – Cracks.cx.

%d blogger menyukai ini: